Setelah kamu membaca naskah drama yang berjudul ”Tempat Istirahat”, coba temukan nilai-nilai

Diposting pada

Setelah kamu membaca naskah drama yang berjudul ”Tempat Istirahat”, coba temukan nilai-nilai yang ada dalam isi naskah tersebut yang dapat kamu teladani. Carilah bukti kalimat yang mendukung nilai-nilai tersebut. Selamat mengerjakan!

Jawaban
NILAI SOSIAL
Kita tidak boleh mengutamakan orang yang kaya dan mengabaikan mereka yang miskin.
Bukti kalimat: Kakek : Jika kita berdua sudah mati, apalagi yang hendak dipikirkan?
Nenek : Dikubur bersama orang-orang asing. Sungguh tak pantas. Aku bahkan tak sempat berfikir akan mendapatkan hiasan yang layak. Tak banyak yang kumaui. Sebuah batu nisan yang sederhana, untuk memberitahu siapa yang terkubur di dalamnya

NILAI KETUHANAN
Kita harus selalu percaya pada Tuhan.
Bukti kalimat: Nenek : Sebuah nisan dipahat dengan ayat-ayat suci.

NILAI KEMANUSIAAN
Kita harus selalu menyayangi pasangan hidup yang diberikan oleh Tuhan pada kita.
Bukti kalimat: Nenek : Itulah sebabnya kuambil itu. Kukatakan pada diriku sendiri: sore Sabtu ini kita akan makan dengan lauk yang layak. Kita akan makan sambel petai dan sayur lodeh.
Sebagai rujukan, berikut kakak sertakan teks yang dimaksud oleh soal.
(DI PEKUBURAN UMUM, TERDENGAR SUARA-SUARA BURUNG. DERU RIBUT KENDARAAN DI KEJAUHAN. SEPASANG ORANG TUA SEDANG DUDUK DI BANGKU. HARI SUDAH SORE).
Nenek : Jadi jauh.
Kakek : Jadi lebih jauh.
Nenek : Aku gembira bisa duduk di sini. Bagaimanapun, kebaikan merekalah menempatkan bangku di sini, dimana kita bisa bebas melihat bunga.
Kakek : Apa yang akan kita makan nanti malam?
Nenek : Sudah bertahun-tahun.
Kakek : Kukira aku mulai lapar.
Nenek : Maret, Juli, September. Sudah September lagi. Tak banyak di kota besar, dimana kau bisa bebas melihat bunga, kecuali di pasar bunga atau di toko-toko. Tapi kau tak dapat duduk-duduk di sana. Aku gembira kita bisa ke sini pulang belanja. Di sini bisa duduk-duduk sambil memandangi bunga-bunga, di pekuburan ini.
Kakek : Tak dapat lama-lama.
Nenek : Kita beruntung mendapatkan pekuburan di tengah perjalanan pulang.
Kakek : Beruntung?
Nenek : Sungguh tenteram di sini.
Kakek : Tak lama bedug akan berbunyi dan adzan akan berkumandang. Hari sudah maghrib. Kita akan pulang. (HENING, MAU PERGI) Kita harus pulang kalau sudah maghrib. (HENING) Hari akan jadi gelap. Kita harus di rumah (HENING) Makan malam.
Nenek : Tak ada tempat yang lebih tenteram daripada dalam kuburan.
Kakek : Tak dapat lagi menaiki pagar, seperti biasanya dulu.
Nenek : Nisan-nisan dari batu marmer.
Kakek : Kau dengan nisan-nisanmu.
Nenek : Sebuah nisan dipahat dengan ayat-ayat suci.
Kakek : (MELIHAT PADA KERANJANG BELANJAAN) Apa di keranjang itu?
Nenek : Pahatan yang halus, pada batu marmer putih.
Kakek : Ada sesuatu dalam keranjang itu yang tak kuketahui apa.
Nenek : Di atasnya diberi atap dari seng. Tiang-tiangnya dari besi. Sungguh aman berada di bawah atap yang kokoh.
Kakek : Kulihat kau memungut sesuatu tadi. Aku melihatnya dengan sudut pandangku ketika di muka penjual, kau selipkan sesuatu ke dalam keranjang.
Nenek : Nisan yang indah. Satu dua jambangan porselin dengan bunga-bunga dahlia. Tetapi ada sesuatu yang khusus dengan badan kuburan yang terbuat dari marmer putih itu. Ukiran halus seorang ahli. (IA MEMUKUL TANGAN SI KAKEK DARI KERANJANG) Jangan menggerayangi keranjangku!
Kakek : Dendeng?
Nenek : Bukan.
Kakek : Atau pindang?
Nenek : Matanya kayak mata elang saja.
Kakek : Pindang tongkol?
Nenek : Jika mau tahu, sepotong pindang bandeng.
Kakek : Pindang bandeng ya?
Nenek : Sudah lama kita tak makan bandeng.
Kakek : Aku suka bandeng.
Nenek : Itulah sebabnya kuambil itu. Kukatakan pada diriku sendiri: sore Sabtu ini kita akan makan dengan lauk yang layak. Kita akan makan sambel petai dan sayur lodeh.
Kakek : Dan pindang bandeng.
Nenek : Ya, ada sesuatu yang istimewa dengan kubuan itu. Marmer putih yang memantulkan cahaya matahari.
Kakek : Sebentar lagi akan terbenam.
Nenek : Tenteram. Kau tak dapat temukan yang lebih menyenangkan. Dimana-mana tempat teratur. Lihatlah sekelompok bunga-bunga di sana. Anggrek.
Kakek : Anggrek pada kuburan? Tentu nantinya mereka akan meletakkan setampir nasi tumpeng.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.