Pada kegiatan ini kalian diminta untuk menemukan pandangan pengarang

Diposting pada

Pada kegiatan ini kalian diminta untuk menemukan pandangan pengarang dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk

Jawaban
Pandangan Pengarang dalam Aspek Sosial
Pengarang memaparkan pandangannya terhadap kehidupan rakyat kecil di pedesaan yang sangat terpencil di Jawa dengan segala persoalannya. Kelaparan, kemelaratan dan kebodohan di sana adalah akibat kemiskinan dan sebuah tradisi yang menempatkan perempuan pada posisi rendah dan diperjualbelikan dalam profesinya sebagai penari Ronggeng. Cerita ini juga berlatar belakang politik dengan adanya PKI yang menyusup dan melakukan propaganda dengan memanfaatkan Srintil untuk menarik massa ( orang banyak ).

Pandangan Pengarang dalam Aspek Keagamaan
Pengarang tidak memaparkan secara jelas dalam aspek agama, namun kehidupan masyarakat desa Dukuh Paruk sangat kental dengan tradisi kepercayaan kepada nenek moyang atau leluhur. Tradisi dan ritual lebih mengarah kepada kepercayaan anismisme dan dinamisme seperti adanya ritual sesajen dan tradisi-tradisi dengan ritual tertentu seperti adanya beberapa ritual yang harus dilakukan sebelum menjadi seorang penari Ronggeng.

Pandangan Pengarang dalam Aspek Budaya
Pengarang mendeskripsikan dalam novel tradisi masyarakat Dukuh Paruk yang sangat percaya pada pengaturan alam, tradisi, percaya terhadap suatu karma. Bagi masyarakat desa Dukuh Paruk, kehadiran Srintil telah diatur alam untuk menjadi penari Ronggeng dengan segala gerak tari dan tembang lagu yang diiringi irama musik calung dengan instrumen alat tepuk (kendang, genjring, bedug), rebab, kecapi dan gong. Seorang penari Ronggeng untuk bisa naik pentas dan menerima saweran diharuskan melakukan ritual mandi kembang dan Buka Klambu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.